Selasa, 16 Februari 2016

Bimbingan dan Konseling Kelompok



Penulis: Eko Susanto
Penyunting: Hadi Pranoto
A.     Tahapan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Model Prayitno)
Hal lain yang dapat dibedakan antara bimbingan kelompok dan konseling kelompok adalah berkenaan dengan tahapan pelaksanaannya.

Persamaan dan Perbedaan Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan dalam
Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok


 
            Baik untuk bimbingan kelompok ataupun konseling kelompok, pelaksanaan Tahap I dan Tahap II pada dasarnya sama. Perbedaannya hanya terletak pada:

1.       Tahap I (Pembentukan)
a.       Penjelasan tentang pengertian dan tujuan bimbingan kelompok atau konseling kelompok (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan).
b.       Penjelasan tentang cara kerja, khususnya yang menyangkut sifat masalah atau topik, umum atau pribadi (pilih salah satu mana yang akan diselenggarakan).

2.       Tahap II (Peralihan)
a.     Penjelasan asal datangnya masalah atau topik, tugas (untuk bimbingan kelompok) atau bebas (untuk konseling kelompok).
b.       Ajakan untuk mengemukakan masalah umum secara bebas (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi secara bebas (untuk konseling kelompok).
c.       Penjelasan tentang masalah atau topik “tugas” (khusus untuk bimbingan kelompok)
d.       Ajakan untuk membahas, mendalami, dan memecahkan masalah atau topik umum (untuk bimbingan kelompok) atau masalah pribadi (untuk konseling kelompok)

3.       Tahap III (Kegiatan)
Khusus untuk kegitan konseling kelompok diperlukan penjelasan, penegasan, dan pemantapan tentang asas kerahasiaan; hal ini perlu diutamakan.
            Perbedaan yang amat kentara dan berlangsung sepanjang kegiatan ialah pada Tahap ketiga yang merupakan tahap inti dari seluruh kegiatan bimbingankelompok atau konseling kelompok. Pada tahap ketiga inilah layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok menampilkan jati dirinya.
Kegiatan pada Tahap Ketiga:
a.       Bimbingan Kelompok:
1)       Pokok bahasan: masalah atau topic umum, baik yang bersifat “bebas” atau “tugas”.
2)       Para peserta melakukan pembahasan tanpa secara khusus menyangkutpautkan isi pembicaraannya itu kepada peserta tertentu.
b.       Konseling Kelompok:
1)       Pokok bahasan: masalah pribadi yang bersifat bebas.
2)       Para peserta melakukan pembahasan dengan setiap kali mengingat bahwa isi pembicaraannya itu adalah bertujuan untuk membantu pemecahan masalah yang sedang dibicarakan yang dialami oleh salah seorang rekan sekelompoknya.

4.       Tahap IV (Pengakhiran)
Pelaksanaan Tahap Keempat, yaitu Tahap Pengakhiran pada dasarnya sama untuk Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. Perbedaannya hanya terletak pada isi kesan-kesan para peserta, yaitu isi yang sesuai dengan pokok bahasannya yang mereka selenggarakan pada Taahap Ketiga.
            Dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan diantara Bimbingan Kelompokdan Konseling Kelompok itu, dapatlah dikatakan bahwa Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok merupakan “saudara kembar identik, dengan muatan materi kehidupan yang berbeda.

B.     Evaluasi Kegiatan
Penilaian terhadap kegiatan konseling kelompok dapat dilakukan secara tertu1is dimana para peserta diminta mengungkapkan perasaannya, harapannya, minat dan sikapnya terhadap berbagai hal, baik yang telah dilakukan selama kegiatan kelompok (yang menyangkut si maupun proses) maupun kemungkinan keterlibatan mereka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Pada tahap ini dilakukan tinjauan terhadap kualitas kegiatan kelompok dan hasil-hasilnya melalui pengungkapan kesan-kesan peserta. Kondisi UCA (Understanding Comfort Action) menjadi fokus penilaian hasil-hasil konseling kelompok. Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian segera (laiseg) dilakukan pada akhir setiap sesi layanan, penilaian jangka pendek (laijapen) dan penilaian jangka panjang (laijapang) dilakukan pasca layanan secara lisan maupun tulisan.

C.     Model Operasional Kegiatan Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok
Agar lebih jelas berikut ini disajikan suatu model operasionalisasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling kelompok berupa langkah-langkah seorang konselor dalam memimpin kegiatan tersebut:

Tahapan BKp & KKp
Langkah-langkah Konselor
Pembentukan
1.       Menerima Kehadiran Secara Terbuka Dan Mengucapkan Terima Kasih
2.       Memimpin Doa
3.       Menjelaskan Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling
4.       Menjelaskan Cara Pelaksanaan Bimbingan Konseling
5.       Menjelaskan Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling Kelompok (Khusus Pada Konseling Kelompok Perlu Ikrar Untuk Menjaga Kerahasiaan)
6.       Membuat kesepakatan waktu
7.       Perkenalan permainan
Peralihan
1.       Menjelaskan kembali kegiatan bimbingan konseling kelompok
2.       Menanyakan kesiapan kelompok untuk melanjutkan kegiatan.
3.       Mengenali suasana kelompok tentang kesiapan kelompok dan mengatasi masalah yang muncul dari kelompok, pribadi
Kegiatan
1.       Memberi contoh topik tugas dan bebas dalam bimbingan kelompok atau contoh masalah pribadi dalam konseling kelompok.
2.       Dalam bimbingan kelompok: untuk topik tugas topik diberikan oleh konselor sedang untuk topik bebas anggota kelompok diberi kesempatan secara bergantian menyampaikan usulan topik yang akan dibahas. Dalam konseling kelompok: anggota kelompok dipersilahkan mengemukakan masalah pribadi masing-masing secara bergantian.
3.       Memfasilitasi anggota kelompok untuk menetapkan topik dan atau masalah pribadi yang akan dibahas.
4.       Membahas masalah hingga tuntas.
5.       Selingan (bila diperlukan).
6.       Penyimpulan.
Pengakhiran
1.         Menyampaikan bahwa bimbingan / konseling kelompok akan diakhiri.
2.         Melakukan penilaian segera
3.         Melakukan pembahasan kegiatan lanjutan
4.         Memberikan ucapan terima kasih
5.         Memimpin doa penutup
6.         Perpisahan

Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Ber ISSN Bagi Guru Se Kota Metro



LPPM UM Metro akan melakasanakan pelatihan artikel jurnal ilmiah yang ber ISSN bagi guru se kota Metro yang akan diselenggarakan pada:
Pendaftaran : 3 - 25 Februari 2016
Tempat        : Kantor LPPM UM Metro
Waktu Pelatihan : 26 - 27 Februari

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF

Penulis : Wahid Suharmawan
Penyunting: Hadi Pranoto
Bimbingan dan konseling komprehensif atau disebut juga bimbingan dan konselin perkembangan (karena menggarap semua aspek kehidupan peserta didik) merupakan orientasi baru dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang didasari fungsi pengembangan dengan prinsip antara lain: (1) dibutuhkan oleh semua peserta didik ; (2) fokus pada kegiatan belajar peserta didik;  (3) konselor dan guru merupakan fungsionaris yang bekerjasama;  (4) berorientasi tim dan pelayanan konselor profesional;  (5) memiliki dasar dalam psikologi anak, perkembangan anak dengan tujuan (1) mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya, (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut, (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat, (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatannya yang dimilikinya secara tepat dan teratur secara optimal.

Senin, 10 November 2014

Contoh Tabel Program Bimbingan dan Konseling Tahun 2013
(Tahunan, Semester, Bulanan, Mingguandan Harian)

MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING DASAR, APLIKASI & PERMASALAHAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN

  1.    Latar Belangkang
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling secara operasional. Personel lain yang mencakup Wakil Kepala Sekolah, Guru Pembimbing (konselor), guru bidang studi, dan wali kelas memiliki peran dan tugas masing-masing dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling.

Latihan Beban, Lari Lebih Cepat

Latihan Beban, Lari Lebih Cepat
-
30 menit joging bukan satu-satunya cara yang Anda butuhkan untuk mendongkrak performa puncak Anda. Studi terbaru dari Journal of Strength and Conditioning Research melaporkan, latihan beban bisa jadi adalah hal yang Anda butuhkan untuk berlari lebih cepat.

Dalam studi tersebut, 34 pelari rekreasi dibagi menjadi dua kelompok latihan kekuatan. Setelah membiasakan para pelari dengan latihan khusus, satu kelompok selama delapan minggu diminta secara rutin untuk berlatih dengan menggunakan bobot tubuhnya seperti squats, push-up, lunges, planks, dan step-up. Kelompok yang lain difokuskan pada latihan angkat beban dan latihan melompat, melakukan gerakan seperti squats dan leg press untuk kekuatan maksimal serta box jump dan vertical leaps untuk daya ledak. (Para pelari tetap melakukan rejim latihan yang biasa mereka lakukan - sekitar tiga kali per minggu selagi melakukan dua hari latihan kekuatan.)