Kamis, 14 Februari 2013

STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING




Strategi adalah : suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan. Strategi dalam layanan bimibingan dan konseling disebut strategi layanan bimbingan dan konseling.
            Strategi layanan bimbingan dapat berupa :
  1. konseling individual,
  2. konsultasi,
  3. konseling kelompok,
  4. bimbingan kelompok, dan
  5. pengajaran remedial.
Dari lima poin di atas strategi layanan bimbingan  tersebut saya akan membahas atau memilih tentang bimbingan kelompok.

BIMBINGAN KELOMPOK

  1. Tujuan Kegiatan Layanan  Bimbingan Kelompok
Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa). Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli (siswa).
Secara lebih khusus, layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal para siswa.




  1. Siapa yang Telibat Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
Yang terlibat dalam kegiatan layanan bimbingan kelompok ini siswa (konseli) dalam bentuk kelompok. Penataan bimbingan kelompok pada umumnya berbentuk kelas yang beranggotakan 20-30 orang. Layanan bimbingan kelompok tidak sekedar memberikan informasi kepada anggota kelompok. Sebagai hasil layanan, para peserta (siswa) bimbingan kelompok memang menerima sejumlah informasi baru, tetapi lebih dari itu , para peserta kegiatan bmbingn kelompok tidak sekedar menunggu pemberian informasi dari pembimbing atau konselor, melainkan sangat aktif saling memberi dan menerima. Peranan pembimbing atau konselor bukan lagi memberi informasi kepada kelompok, melainkan secara arif dan bijaksana memimpin pengembangan dinamika kelompok. Apabila dalam layanan informasi pembimbing atau konselor sangat aktif berbicara memberikan informasi, sebaliknya dalam kelompok seorang pembimbing atau konselor hanya berbicara seperlunya saja, bahkan apabila perlu membatasi pembicaraannya.

  1. Isi Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok membahas materi atau topik-topik umum baik topik tugas maupun topik bebas. Yang dimaksud topik tugas adalah topik atau pokok bahasan yang diberikakan oleh pembimbing (pemimpin kelompok) kepada kelompok untuk dibahas. Sedangkan topik bebas adalah suatu topik atau pokok bahasan yang dikemukakan secara bebas, selanjutnya dipilih yang akan dibahas terlebih dahulu dan seterusnya.
Topik-topik yang dibahas dalam layanan bimbingan kelompok baik topik bebas maupun topik tugas dapat mencakup bidang-bidang pengembangan kepribadian, hubungan sosial, pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga, kehidupan beragama, dan lain sebagainya. Topik pembahasan bidang-bidang diatas diperluas ke dalam sub-subbidang yang relevan. Misalnya pengembangan bidang pendidikan dapat mencakup masalah cara belajar, kesulitan belajar, gagal ujian, dan lain sebagainya.
Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan masalah sosial, yang disajikan dalam bentuk pelajaran.
  1. Proses Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok menempuh tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
Perama, perencanaan yang mencakup kegiatan :
  1. mengidentifikasi topik yang akan dibahas dalam layanan bimbingan kelompok,
  2. membentuk kelompok. Kelompok yang terlalu kecil (misalnya 2-3 orang saja) tidak efektif untuk layanan bimbingan kelompok karena kedalaman dan dan variasi pembahasan menjadi berkurang dan dampak layanan juga menjadi terbatas. Sebaliknya kelompok yang terlalu besar pun tidak efektif, karena akan mengurangi tingkat partisipasi aktif individual dalam kelompok. Kelompok juga kurang efektif apabila jumlah anggotanya melebihi 10 orang. Kelompok yang ideal jumlah anggotanya 8-10 orang,
  3. menyusun jadwal kegiatan,
  4. menentukan prosedur layanan,
  5. menetapkan fasilitas layanan,
  6. menyiapkan kelengkapan administrasi.
Kedua, pelaksanaan yang mencakup kegiatan :
  1. mengomunikasikan rencana layanan bimbingan kelompok,
  2. mengorganisasikan kegiatan layanan bimbingan kelompok ,
  3. menyelenggarakan bimbingan kelompok melalui tahap-tahap : (1) pembentukan, (2) peralihan, (3) kegiatan, dan (4) pengakhiran.
Ketiga, evaluasi yang mencakup kegiatan :
  1. menetapkan materi evaluasi (apa yang akan dievaluasi),
  2. menetapkan prosedur dan standar evaluasi,
  3. menyusun instrumen evaluasi,
  4. mengolah hasil aplikasi instrument.
Keempat, analisis hasil evaluasi yang mencakup kegiatan :
  1. menetapkan norma atau standar analisis,
  2. melakukan analisis, dan
  3. menafsirkan hasil analisis.
Kelima, tindak lanjut yang mencakup kegiatan :
  1. menetapkan jenis dan arah tindak lamjut,
  2. mengomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihak-pihak yang terkait,
  3. melaksanakan rencana tindak lanjut.
Keenam, laporan yang mencakup kegiatan :
  1. menyusun laporan,
  2. menyampaikan laporan kepada kepala sekolah dan pihak-pihak yang terkait,
  3. mendokumentasikan laporan layanan.

  1. Sarana Penunjang Kegiatan Layanan Bimbingan Kelompok
Sebagaimana layanan-layanan yang lain, layanan bimbingan kelompok juga memerlukan kegiatan pendukung seperti : aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus (reveral).
Pertama, aplikasi instrumentasi. Data yang dihimpun atau diperoleh melalui aplikasi instrumentasi dapat digunakan sebagai:
  1. pertimbangan dalam pembentukan kelompok,
  2. pertimbangan dalam menetapkan seseorang atau lebih dalam kelompok layanan,
  3. materi atau pokok bahasan dalam kegiatan layanan bimbingan kelompok.
Selain itu, hasil ulangan atau ujian, data AUM (Alat Ungkap Masalah), hasil tes, sosiometri, dan lain sebagainya merupakan bahan yang sangat berguna dalam merencanakan dan mengisi kegiatan layanan bimbingan kelompok serta untuk tindak lanjut (follow up) layanan.
Kedua, data yang dihimpun atau diperoleh melalui aplikasi instrumentasi di atas, dihimpun dalam himpunan data. Selanjutnya data tersebut dapat digunakan dalam merencanakan dan mengisi kegiatan layanan bimbingan kelompok dengan berlandaskan asas-asas tertentu yang relevan.
Ketiga, konferensi kasus. Konferensi kasus dapat dilaksanakan sebelum atau setelah layanan bimbingan kelompok dilakukan. Terhadap siswa yang masalahnya dikonferensi kasuskan, dapat dilakukan tindak lanjut layanan dengan menempatkan siswa tersebut ke dalam kelompok bimbingan kelompok tertentu sesuai dengan masalahnya.
Keempat, kunjungan rumah (home visit). Kunjungan rumah dapat dilakukan sebagai pendalaman dan penanganan lebih lanjut tentang masalah siswa yang dibahas atau yang dibicarakan dalam layanan. Untuk melakukan kunjungan rumah, konselor harus melakukan persiapan yang matang dan mengikutsertakan anggota kelompok yang masalahnya dibahas.
Kelima, alih tangan kasus. Seperti pada layanan-layanan yang lain, masalah yang belum tuntas atau di luar kewenangan konselor dalam layanan bimbingan kelompok juga harus dialihtangankan atau dilimpahkan kepada konselor atau petugas lain yang lebih mengetahui. Alih tangan kasus kepada pihak lain atau pihak lain yang lebih berwenang harus dilakukan sesuai dengan masalah siswa dan mengikuti prosedur yang dapat diterima klien dan pihak-pihak lain yang terkait.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan anda dan kritik anda sangat berarti demi kemajuan saya terimakasih atas saran-saran dari anda semua semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.... Amiin