Kamis, 21 Maret 2013

AUM MASYARAKAT

Aum Masyarakat adalah daftar berisi pernyataan-pernyataan yang merupakan masalah yang diasumsikan biasa dialami oleh individu dalam tingkat perkembangan orang dewasa. Aum Masyarakat digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang dialami oleh individu, dengan merangsang atau memancing individu untuk mengutarakan masalah yang pernah atau sedang dialaminya.

   Aum Masyarakat  ini terdiri dari 245 butir pernyataan dan 2 butir pertanyaan yang terbagi dalam 9 bidang masalah yaitu :

•    Jasmani Dan Kesehatan  ( JDK ), terdiri dari 30 butir pernyataan

•    Diri Pribadi  ( DPI ), terdiri dari 30 butir pernyataan

•    Hubungan Sosial Dan Kemasyarakatan ( HSO ), terdiri dari 25 butir pernyataan

•    Keadaan Dan Hubungan Dalam Keluarga ( KHK ), terdiri dari 20 butir pernyataan

•    Pendidikan Karir Dan Pekerjaan ( PKP ), terdiri dari 35 butir pernyataan

•    Agama Dan Nilai Moral ( ANM ), terdiri dari 30 butir pernyataan

•   Hubungan Jenis Kelamin Dan Perkawinan ( HMP ), terdiri dari 35 butir pernyataan

•    Waktu Senggang ( WSG ), terdiri dari 10 butir pernyataan

•    Ekonomi Dan Keuangan ( EDK ),  terdiri dari 30 butir pernyataan



Fungsi dari Aum Masyarakat

a.       Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah atau sedang dihadapi.

b.      Untuk mensistimatisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisa dan sintesa dengan data yang diperoleh .

c.       Untuk menyusun program pelayanan konseling agar sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan individu / responden.



Cara Pengerjaan Aum Masyarakat

a.   Responden diminta menuliskan identitasnya secara lengkap sesuai format isian yang disediakan dalam lembar jawab Aum Masyarakat.

b.   Responden dipersilahkan membaca item-item yang di dalamnya berisi pernyataan-pernyataan yang mengandung permasalahan-pennasalahan yang biasa dialami oleh individu.

c.   Responden diminta menuliskan nomer item pernyataan di lembar jawab, jika masalah tersebut sesuai dengan yang pernah dialami atau sedang dialami

d.   Memotivasi Responden agar dapat mengerjakan dengan jujur, dengan memberikan jaminan kerahasiaan akan semua jawabannya

e.   Menginformasikan bahwa hasil Aum Masyarakat ini akan dijadikan acuan dalam memberikan layanan (bantuan) pada Responden.

f.    Waktu yang diberikan pada Responden untuk mengisi Aum Masyarakat ini adalah satu jam atau 60 menit.







Pengolahan Hasil

   Dalam pengolahannya AUM Masyarakat  ini dapat dianalisa secara kelompok dan individu, sedangkan aspek yang dianalisa adalah per bidang masalah yang dialami individu.

Langkah-langkah analisa secara individual adalah sebagai berikut :

a.   Menjumlah item yang menjadi masalah individu pada setiap bidang masalah.

b.   Mencari presentasi per-bidang masalah dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan butir bidang masalah.

Nm     : Jumlah butir yang menjadi masalah individu dalam setiap Bidang masalah

N        : Jumlah butir pada bidang masalah tersebut.



Langkah-langkah analisa sccara kelompok adalah sebagai berikut:

•    Menjumlahkan banyaknya responden yang mempunyai butir masalah yang sama untuk setiap bidang.

•    Mencari prosentase bidang masalah dengan cara mencari rasio antara banyaknya responden yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah responden, dengan rumus :

Nm     : Banyaknya Responden yang bermasalah untuk bidang masalah tertentu.

N        : Banyaknya Responden yang mengerjakan AUM

m        : Jumlah butir dalam bidang masalah tertentu



Penyampaian Hasil

Hasil dari pengolahan Instrumentasi perlu disampaikan kepada fihak-fihak yang terkait secara langsung dengan responden. Dalam penyampaian hasil instrumentasi ini tetap harus menjaga kerahasiaan, tidak boleh disampaikan/diumumkan secara terbuka dan dijadikan pembicataan umum.

Dalam forum khusus, hasil instrumentasi dapat dijadikan topik bahasan/diskusi, namun tetap harus menjaga kerahasiaan responden (tidak menyebut nama responden).

. Dari keseluruhan penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi ini hasil yang diperoleh disampaikan kepada masing-masing responden, dalam bentuk Profil Individual, sedangkan kepada Guru bimbingan dan konseling/Kepala Sekolah diberikan Data rekap dan data pendukung lainnya, sebagai bahan untuk pemberian layanan lebih lanjut.

Penyampaian hasil instrumentasi kepada masing-masing responden akan lebih baik apabila disampiakan secara individual, sehingga konselor dapat berkomunikasi dan menjelaskan isi dari laporan hasil instrumentasi yang akan diberikan dalam bentuk format individual, dan sekaligus bagi siswa yang memiliki permasalahan dapat diberikan penjelasan untuk langkah-langkah tindak lanjut berikutnya







IMPLIKASI HASIL APLIKASI INSTRUMENTASI DALAM PELAYANAN KONSELING

Hasil Aplikasi Instrumentasi pada hakekatnya dapat diaplikasikan dalam seluruh spektrum kegiatan pelayanan konseling, mulai dari perencanaan sampai dengan penilaian dan pengembangannya. Bahkan memungkinkan kegiatan Aplikasi Instrumentasi ini merupakan langkah yang menentukan dalam penentuan pemberian layanan konseling

Secara umum Implikasi hasil Aplikasi Instrumentasi ini dapat dijelaskan sebagai berikut :



1.      Perencanaan Program Konseling.

Penyusunan program layanan konseling di sekolah, baik program tahunan maupun semesteran seharusnya didasarkan pada data tentang variasi masalah siswa, hasil ulangan/ujian, bakat dan minat serta kecenderungan siswa, dan data lainnya yang kesemuanya terkumpul dalam kegiatan Need Assessment..

Hasil Aplikasi Instrumentasi secara jelas telah menunjukkan berbagai data  yang menyangkut kondisi responden, maka akan ditemuka Need Assessment sebagai dasar penyusunan/perencanaan Program Konseling. Dengan data yang lengkap dari Aplikasi Instrumentasi ini dapat dirumuskan Program Konseling secara menyeluruh, untuk setiap kelas, dengan mengacu kepada kebutuhan siswa, baik perorangan maupun kelompok. Pada intinya untuk berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling direncanakan berdasarkan data hasil Need Assessment.



2.      Penetapan Peseta Layanan

Berdasarkan data hasil instrumentasi, Konselor dapat menetapkan individu yang perlu mendapat layanan konseling, baik layanan dengan format klasikal, kelompok maupun individual. Kegiatan dengan format lapangan dan “politik” bagi klien tertentupun dapat direncanakan oleh Konselor dengan mendasarkan pada hasil Aplikasi Instrumentasi ini.



3.      Sebagai Isi Layanan

Data yang terungkap dari penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi ini dapat pula menjadi isi dari layanan konseling.Hal ini disebabkan karena dalam penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi khususnya yang mengungkap tentang hubungan sosial (sosiogram), inteligensi, bakat dan minat dapat dijadikan sebagai isi layanan  Untuk hal ini diperlukan  kecermatan Konselor dalam melihat relevansi antara hasil Aplikasi Instrumentasi dengan kebutuhan Klien dan menggunakannya secara tepat, dengan senantiasa menerapkan asas kerahasiaan sebagaimana mestinya.



4.      Tindak lanjut Layanan

Hasil instrumentasi, khususnya hasil evaluasi (laiseg, laijapen dan laijapang) dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi upaya tindak lanjut pelayanan terhadap klien. Kecermatan Konselor terhadap kesesuaian antara hasil evaluasi dan upaya tindak lanjutnya sangat diperlukan.

5.      Pengembangan.

Dalam upaya pengembangan layanan konseling, dasar utama yang diperlukan adalah data yang akurat dan handal. Dalam hal ini, data hasil Aplikasi Instrumentasi dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi dapat secara tepat menunjang pengembangan program pelayanan konseling dalam jangka panjang. Dalam hal ini diperlukan berbagai instrumentasi yang komprehensip, dari berbagai kelompok responden dalam jangka waktu yang relatif memadai. Dengan data gabungan tersebut, akan nampak arah pokok yang dapat dijadikan arah dan garis besar pengembangan layanan konseling.

Secara khusus, penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi AUM MASYARAKAT yang telah dilaksanakan, implikasinya dalam layanan konseling dapat dijelaskan sebagai berikut :


           Setelah pengolahan data Aum Masyarakat ini akan diperoleh suatu gambaran yang berkaitan dengan permasalahan dan kebutuhan nyata individu / responden, yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam merencanakan layanan-layanan yang akan diberikan pada responden tersebut. Dalam dunia usaha dan industri dengan diketahuinya permasalahan para karyawan melalui Aum Masyarakat ini, memungkinkan perusahaan atau pimpinan usaha dapat secara tepat memberikan perlakuan atau proses bantuan sehingga kinerja para karyawan dapat terjaga secara baik.

Sebagai Contoh : Dari hasil analisa AUM Masyarakat di home industri Nabila Glass dapat ditentukan beberapa karyawan yang perlu mendapat prioritas pelayanan konseling, terutama terhadap karyawan yang memiliki jumlah masalah cukup tinggi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan anda dan kritik anda sangat berarti demi kemajuan saya terimakasih atas saran-saran dari anda semua semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.... Amiin