Kamis, 22 September 2011

Observasi Lingkungan


HASIL OBSERVASI TERHADAP LINGKUNGAN


Berdasarkan hasil observasi/ penelitian yang telah kami lakukan di daerah 38 Metro dan Hadi Mulyo Timur, pada hari Sabtu, Tanggal 05 Juni 2010.
Mengenai observasi tentang lingkungan kami telah menemukan pencemaran lingkungan yang berupa : pembuangan sampah secara sembarangan ke sungai, dan darat serta pencemaran air yang disebabkan oleh limbah home industri pembuatan tahu/tempe.
Penelitian ini kami lakukan berdasarkan tugas mata kuliah Psikologi Lingkungan yang bertujuan untuk menambah wawasan tentang lingkungan hidup serta memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Lingkungan.


- Pada saat observasi yang kami lakukan di sungai 38 terdapat sampah yang menghambat aliran sungai tersebut di bibir-bibir sungai apabila tidak cepat-cepat di atasi dapat menimbulkan banjir, pula terlihat longsornya tanah karena terkikis oleh air yang tidak dapat diserap lagi karena tidak adanya pohon / tanaman yang menguatkan tanah. Di daerah sungai pula telah di lakukan penghijauan agar tidak terjadi erosi/longsor akibat terkikisnya oleh air agar tidak lebih parah
.
(gambar tepi sungai yang mengalami erosi)


(gambar sampah yang menghambat aliran sungai)
(gambar sampah yang menghambat aliran sungai )
(gambar sampah yang telihat di pinggir sungai)

(gambar bukti adanya reboisasi di sekitar sungai)
Pada saat kami observasi hari itu juga adalah hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Universitas Muhammadiyah Metro Prody Biologi mengadakan sebuah kreasi yang memanfaatkan limbah-limbah organic dan anorganic sebagai bahan mempu dibudidayakan/dimanfaatkan disertakan membawa tanam hijau untuk penghijauan/reboisasi.
(gambar sampah yang berserakan di Hadi Mulyo)
(gambar sampah yang berserakan di Hadi Mulyo)

- Selanjutnya observasi dilakukan di Hadi Mulyo Timur, kami menemukan sampah-sampah yang dapat mengakibatkan gangguan pemandangan yang tidak enak untuk di pandang dapat menjadi tempat bersarangnya wabah penyakit. Bau yang busuk dari sampah dapat mengakibatkan pencemaran udara.
Semua itu dapat merugikan masyarakat sekitar yang tinggal di lingkungan setempat.



- Selanjutnya observasi terhadap lingkungan yang terakhir di Home Industri pembuatan tahu, kami melihat aliran limbah tahu yang berujung pada persawahan. Di daerah 38B Banjar Rejo. Hasil wawancaranya adalah sebagai berikut :


(+) Dampak positif Limbah Tahu :
Ø      Menyuburkan tanaman padi kami melihat faktanya, dan tanaman lainnya seperti; genjer, tomat, katu, jahe dan lain-lain.
(-) Dampak Negatif Limbah Tahu :
Ø      Pencemaran air, udara.
Dalam pencemaran air komposisinya menjadi berubah warnanya menjadi keruh dan tidak layak dikonsumsi manusia.
Dalam pencemaran udara, dalam pencemaran ini limbah tahu menimbulkan bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu pernafasan.
(gambar air yang tercemar oleh limbah tahu)
(gambar aliran limbah tahu teralir ke sawah )
(gambar limbah tahu sebelum di buang)
 
(gambar aliran limbah tahu)
Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri-industri masih menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya industri-industri, terutama industri rumah tangga mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Demikian pula dengan industri tahu/tempe yang pada umumnya merupakan industri rumah tangga.
           Keadaan ini akibat masih banyaknya pengrajin tahu/tempe yang belum mengerti akan kebersihan lingkungan dan disamping itu pula tingkat ekonomi yang masih rendah, sehingga pengolahan limbah akan menjadi beban yang cukup berat bagi mereka. Namun demikian keberadaan industri tahu-tempe harus selalu didukung baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat karena makanan tahu-tempe merupakan makanan yang digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, disamping nilai gizinya tinggi harganya pun relatif murah.
           Limbah industri tahu-tempe dapat menimbulkan pencemaran yang cukup berat karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Dari beberapa hasil penelitian, konsentrasi COD (Chemical Oxygen Demand) di dalam air limbah industri tahu-tempe cukup tinggi yakni berkisar antara 7.000 - 10.000 ppm, serta mempunyai keasaman yang rendah yakni pH 4-5. Dengan kondisi seperti tersebut di atas, air limbah industri tahu-tempe merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potensial.
 Saat ini pengelolaan air limbah industri tahu-tempe umumnya dilakukan dengan cara membuat bak penampung air limbah sehingga terjadi proses anaerob. Dengan adanya proses biologis anaerob tersebut maka kandungan polutan organik yang ada di dalam air limbah dapat diturunkan. Tetapi dengan proses tersebut efisiesi pengolahan hanya berkisar antara 50 % - 70 % saja. Dengan demikian jika konsertarsi COD dalam air limbah 7000 ppm, maka kadar COD yang keluar masih cukup tinggi yakni sekitar 2100 ppm, sehinga hal ini masih menjadi sumber pencemaran lingkungan.

Pengolahan air limbah industri kecil tahu tempe di Semanan, Jakarta Barat, dengan sistem Penampungan (lagon) Anaerob. Dengan sistem lagon tersebut dapat menurunkan kadar zat organik (BOD) sekitar 50 % sistem penampungan anaerob terjadi penguraian secara biologis anaerobik, maka zat organik akan terurai dan menghasilgan produk gas methan dan gas H2S serta NH3 yang menyebabkan bau yang kurang sedap.
           Suatu alternatif pengolahan limbah yang cukup sederhana adalah pengolahan secara biologis, yakni dengan kombinasi proses biologis "Anaerob-Aerob". Sistem ini cocok diterapkan pada pengolahan limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik. Limbah industri tahu/tempe merupakan salah satu jenis limbah yang banyak mengandung bahan-bahan organik.





SOLUSI HASIL OBSERVASI YANG DAPAT MEMINIMALISIRKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

-          Solusi Limbah Tahu
Limbah tahu dapat dimanfaatkan menjadi makanan salah satunya adalah oncom dan dapat menjadi makanan ternak.
-          Solusi Sampah
Limbah sampah organik dapat di manfaatkan menjadi pupuk .
Limbah sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan dan dapat di jadikan home industri dari bahan plastik seperti anak-anak biologi yang badzar pembudi dayaan barang bekas salah satunya dari plastik maupun bukan. Seperti gambar di bawah ini:







KESIMPULAN


Dari hasil observasi yang telah kami lakukan dapat kami tarik kesimpulan bahwa :
Lingkungan itu merupakan faktor penting dalam kehidupan. Oleh sebab itu kita harus menjaga lingkungan  hidup sekitar. Dari observasi ini kami dapat mengetahui bagaimana cara proses pembuatan tahu hingga limbah itu di buang pada tempat pembuangan akhirnya.
Kita juga dapat mengetahui dampak-dampak dari observasi tersebut baik yang secara positif maupun negatif. Dan kita juga mampu mengetahui teknik mengelola barang bekas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan anda dan kritik anda sangat berarti demi kemajuan saya terimakasih atas saran-saran dari anda semua semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.... Amiin