Sabtu, 24 September 2011

Manusia dan Cinta Kasih



Ø      Manusia dan Cinta Kasih (Kapital)
MANUSIA & CINTA KASIH
Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah  di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah pemaknaan akan cinta dalam realitas hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai sesuatu yang fitrah yang mesti dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti diagungkan.
Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks penjabaran defenisi itu.
Pemberian pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi. Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan. Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga perwujudannya berada dalam area metafisik (inmaterial). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.
Pada tulisan ini, penulis coba hadirkan pendefenisian akan cinta dan arah cinta yang sebenarnya. Penulis memberanikan diri memberikan paradigma baru atau sedikit lain dari paradigma ortodok yang selama ini mencecoki ruang nalar manusia dengan sudut pandang ideologis (perspektif islam). Karya ini merupakan hasil konklusi dari berbagai literature dan buku-buku yang mengkonstruk tulisan ini.


       A. Arti Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkahlaku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedalaman antara sesama manusia, dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, kseimbangan, dan kebahagiaan, berbagai bentuknya dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Cinta diri
Secara alamiah manusia mencintai dirinya sendiri. Manusia membenci segala sesuatu yang mendatangkan penderitaan, rasa sakit dan bahaya lainnya.
Cinta diri erat hubungannya dengan menjaga diri. Manusia menurut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya. Gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaanya luar biasa terhadap harta benda. Sebab manusia beranggapan dengan harta benda ia dapat merealisasikan semua keinginannya guna mencapai kesenangan-kesenangan kemewahan hidup.
Cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan, tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Inilah yang dimaksud dengan cinta ideal.
Al-Quran (QS:7:188 dan Surah 41 ayat 49).


2) Cinta sesama manusia
Cinta kepada sesama manusia merupakan watak manusia itu sendiri. Perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan dalam arti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung, atau berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Motivasi seseorang mencintai sesama manusia disebabkan karena manusia itu sendiri tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk sosial) dan merupakan suatu kewajiban (QS:49:10)
3) Adil dan belas kasih
Sering orang berpendapat bahwa belas kasih atau cinta itu di atas keadilan. Dengan pendapat tersebut mereka bermaksud bahwa perilaku yang digerakkan atau dimotivasi oleh belas kasih itu lebih utama daripada kerjaan yang digerakkan oleh rasa keadilan.
4) Pertemuan dan cinta
Pertemuan antara dua orang dapat membangkitkan rasa cinta. Dalam pertemuan terjadi saling membuka hati, terbuka dan jujur. Hubungan antar dua orang memuncak dalam hubungan cinta sebab asal mula hubungan cinta itu adalah anugerah Tuhan. Syarat cinta adalah kerendahan hati pada orang yang memanggil, kesediaan pada orang yang dipanggil.
Dalam cinta timbul komunikasi, kebersamaan yang sungguh-sungguh komunikatif dan selalu mengandung suatu imbauan kepada sesama.
5) Cinta kepada Tuhan (Allah swt)
Puncak cinta manusia yang paling tinggi, mulia, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya shalat, pujian dan doanya, tetapi semua tindakan dan tingkah lakuknya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya. Dalam firman Tuhan : “Katakanlah: jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengamupun lagi maha penyayang” (Q:3:31).
Cinta seorang mukmin kepada Allah melebihi cintanya kepada segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini, melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, anak-anaknya, isterinya, kedua orang tuanya, keluarganya dan hartanya.
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah merupakan pendorong dan mengarahkannya kepada penundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta kepada Allah akan membuat seseorang akan menjadi mencintai sesama manusia, hewan, semua makhluk Allah, dan seluruh alam semesta. Hal ini terjadi karena semua yang ada dipandang sebagai manifestasi Tuhannya, sebagai sumber kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

       B. Contoh Cinta Kasih
Ada beberapa contoh cinta kasih, yaitu sebagai berikut:
1) Cinta kasih antara orang tua dengan anaknya. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai cinta kasih terhadap anak, mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
2) Cinta kasih antara pria dan wanita. Seorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan prilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan sekuntum mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
3) Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung kerumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya, menghiburnya serta medoakannya berarti sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
4) Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menuruti perintahnya dan menjauhi segala larangan Tuhan, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan pencipta-Nya
5) Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara tanaman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena bisa dikatakan orang tersebut menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
       C. Ungkapan Cinta Kasih
Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya.
Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan dengan tulisan, misalnya surat cinta, surat Ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerak, misalnya salaman, pelukan, dan rangkulan. Ungkapan dengan media, misalnya setangkai bunga, benda suvernir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini selain dalam bentuk nyata, juga dalam bentuk karya budaya, misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.
Orang yang mempunyai pesona cinta kasih, hidupnya penuh gairah, semangat, banyak inisiatif, dan penuh kreatif, bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat/khalayak. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusia yang terungkap melalui karya budaya itu.
       D. Cara Mewujudkan Cinta Kasih
Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu: 1. Pengenalan 2. Tanggung jawab 3. Perhatian 4. Saling menghormati.
Ø      Mendefinisikan Cinta; Makna dan Hakikatnya

“Cinta lebih berarah ke konsep abstrak,
 lebih mudah dialami daripada dijelaskan”.
 (Ibnul Qoyyim )



”Cinta” sebuah nama yang sering dibicarakan orang, dari yang muda sampai yang tua. Banyak manusia mengatas namakan cinta untuk setiap prilakunya. Tapi apakah mereka mengerti apa makna di balik sebuah kata ”cinta”.
”Cinta” memang sebuah nama yang sangat simple dan mudah untuk diucapkan. Tapi tahu kah apa arti dari cinta tersebut. Sebuah fenomena yang luar biasa. Membuat yang sedih menjadi ceria, jahat menjadi baek, peperangan menjadi perdamaian, kebencian menjadi persaudaraan, pahit menjadi manis, luka menjadi sembuh, sakit menjadi sehat. Semua itu atas nama cinta. Dan ketika kata ”Cinta disalah gunakan maka kejadiannya juga bakal sebaliknya.
Cinta juga bisa berasal dari obsesi untuk mendapatkan sesuatu. Tapi itu bukan cinta, ia hanyalah alat untuk mendapatkan objek itu. Kata ”Cinta” mempunyai makna yang universal. Setiap insan mempunyai tanggapan sendiri tentang arti cinta. Dan setiap insan juga punya cara sendiri untuk mencintai.
Apa arti cinta itu sebenarnya? Cinta adalah sebuah ungkapan rasa sayang dan simpati kita kepada seseorang. Kata cinta juga diberikan dari kita kepada Sang Pencipta, sebagai tanda kalau kita amat membutuhkan dan menyanjungnya. Rasa cinta yang kita berikan menunjukkan bahwasanya kita sangat menyukainya dan ingin bersamanya. Kecemburuan sering terjadi jika seseorang yang kita cintai bersama oranglain. Itulah cinta, satu nama seribu makna
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.




Ø      CINTA KASIH

            Cinta kasih adakah ungkapan perasaan yang di dukung oleh unsure karsa ,dipertimbangkan oleh akal yang menimbulkan suatu tanggung jawab ,yang perwujudan nya dapat berupa tingkah laku. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab dapat menciptakan keserasian ,keseimbangan ,dan kedamaian antara kehidupan manusia dengan manusia ,manusia dengan alam ,dan manusia dengan Tuhan .
            Perilaku cinta kasih dapat muncul dalam bentuk : kemesraan ,belas kasihan ,kasih sayang atau pengabdian.. Cinta kasih dapat diartikan sbagai hubungan asmara yang biasanya diwarnai dengan nafsu ,tetapi cinta kasih haruslah dilihat sebagai ikatan hati nurani yang suci terhadap sesuatu secara bertanggung jawab. Cinta kasih adalah anugerah Tuhan ,karena cinta kasih akan memperhalus rasa, memperhalus budi ,dan memperhalus tindakan. Karena rasa cinta kasih bukan dimunculkan oleh nafsu ,maka ia brsifat sacral. Cerminan dari manusia yang telah memiliki cinta kasih adalah memiliki rasa sayang atas sesame manusia, rasa sayang terhadap makhluk-makhluk ciptaan Allah,dan rasa patuh atas semua perintah Allah dan menjauhi larangan nya . jenis-jenis hubungan cinta kasih bisa diklasifikasikan sebagaiberikut:

1.Cinta Orang Tua Terhadap Anak

            Secara fitrah ,orang tua selalu menginginkan anak nya menjadi orang yang utama menurut kadar hidup nya masing-masing . bahkan seorang “ edy Tanzil “ (koruptor) tidak akan suka anaknya menjadi pencuri, atau seorang “ Robot Gedeg” (penjahat) pun tidak suka anaknya menjadi pembunuh dan pelaku sodomi. Ada pepatah “ kasih anak terhadap orang tua sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan”. Pepatah tersebut mengkiaskan perbandingan kasih kasih antara anak dan orang tua yang tidak sebanding. Walaupun kebenaran pepatah itu tidak mutlak .karena ada kalanya orang tua tega membunuh anaknya atau ada deviasi orang tua terhadap anaknya, namun secara umum pepatah tersebut bisa diterima.
            Anak hendaknya membalas kasih sayang tersebut dengan memenuhi harapan-harapan orang tua. Di dalam islam disebutkan karena kasih sayang orang tua tiada batas terhadap anaknya, maka anak tidak boleh berkata “keras” lebih-lebih membentak terhadap orang tua, bahkan digambarkan bahwa “ Ridho Allah sama dengan Ridho orang tua,dan kemurkaan Allah sama dengan kemurkaan kedua orang tua nya”.
            Cinta kasih ibu dilambangkan sebagai cinta kasih yang amat tulus,bagi setiap bangsa. Bahkan di dalam agama islam, disebutkan bahwa “ Syurga dibawah telapah kaki ibu “. Hal ini menunjukan bahwa cinta kasih orang tua tidak boleh dilupakan begitu saja oleh anak, dan harus disambut dengan budi dan pekerti yang baik kepada orang tua dengan cara menghormatinya.
            Secara rasional cinta kasih anak lebih besar jika dibandingkan dengan orang tua terhadap anaknya : karena seorang anak hanya memiliki satu ayah dan satu ibu, sehingga cinta kasih anak terhadap ayah dan ibunya 100 %, mutlak atau utuh tidak dibagi-bagi, sebaliknya cinta kasih orang tua akan terbagi-bagi pada seluruh anaknya. Kalau orang tua memiliki 3orang anak ,maka masing-masing anak akan mendapatkan cinta kasih sepertiga dari orang tuanya ,dan kalau orang tua memiliki anak 9,maka masing-masing anak akan mendapatkan cinta kasih anak seper-sembilannya, demikian seterusnya. Di Indonesiarasio seperti ini tidak berlaku,karena kenyataan menunjukan bahwa rata-rata cinta kasih orang tua lebih besar bila dibandingkan dengan cinta kasih anak terhadap orang tua nya. Bukti rasional kecintaan anak terhadap orang tua lebih besar tidak bias diterima. Hal ini wajar saja, karena masalah cinta kasih tidak bias didekati dengan “rasio” tetapi dengan “rasa”.

2. Cinta Kasih Antara Pria-Wanita

            Dalam sebuah riwayatdinyatakan bahwa kejadan wanita ertama yakni “siti hawa” dicptakan dari tulang rusu “adam” ,maka apabila terjadi seorang pra yang jatuh cinta dan berupaya mendekai seorang waita ,jangan disalahkan karena sebenarnya ia baru dalam proses mencar tulang rusuknya yang hlan.
            Cinta kash antara pria dan wanita adalah titik awal terjadina proses terjadinya unit masyarakat yang paling kecil yang disebut “keluarga”. Cinta antara pria dan wanita adalah kodrat alam, yang sifatnya secara fitrah.
            Seorang filsuf rusia, Salovjev menyatakan “bila seorang pemuda jatuh cinta kepada seoang gadis secara sungguh-sungguh maka ia terlempar ke luar dari cintanya terhadap dirinya sendiri, dan ia mulai hdup untuk orang lain”. Dari pernyataan filsuf tersebut bisa ditari benang merah bahwa sebenarnya cinta kasih yang murni selalu disertai tanggung jawab, pengorbanan terhadap orang yang dicintai, dan bahkan mengorbankan kepentingan nya sendiri, sehingga bisa dinyatakan bahwa cinta kasih memang sangat tidak rasional.
            Dalam menuju cinta untuk menujun cinta bahagia hendaknya bersendikan atas saling :
  1. mengasihi
  2. menyayangi
  3. tulus – ikhlas
  4. percaya
  5. pengertian
  6. jujur
  7. tanggung jawab
  8. rela berkorban
  9.  terbuka

Ke-9 unsur terseut adalah landsan utama terbentuk nya sebuah mahligai keluarga yang menuju ke pilar-plar keharmonisan dan kebahagiaan. Di dalam ajaran islam untuk menuju ke keluarga yang saknah cinta haruslah dinilai degan melhat ketaqwaannya terlebih dahulu, hal ni menunjukan bahwa prilaku adalah penilaian utama dalam memilih pasangan hidup, atau penilaian rohaniah di nomor 1 kan. Skala prioritas selanjutnya adalah penilaian jasmaniah yaitu kecantikan dan ketampanan wajah sebagai tolak ukur kecocokan biologis. Penilaian berikutnya yang jenjan skala nya sama dengan wajah adalah “keturunan”. Seorang pemuda atau pemudi yang ingin memilih pasangan hidupperlu menilai calon tersebut keturunan siapa, karena sedikit atau banyak didikan orang tua sangat berpengaruh trhadapprilaku anak. Penilaian ini sebenarna sudah menjurus kepada penilaian sosial dalam skala kecil, yakni keluarga. Pilihan selanjutnya baru jatuh pada “harta”,karena hidup berumah tangga tidak hanya bisa dijalankan dengan cinta,berumah tangga memerlukan sarana prasarana. Penilaian jumlah kekayaan yang dimulik adalah penilaan ekonomi, yang ampaknya juga akan berakibat prilaku dan hubungan sosial. Dengan demikian ajaran ini sangat cocok sebagai pedoman dasar atau dasar acuan dalam membangun rumah tangga.




3. Cinta Kasih Antara Sesama Manusia

Cinta Kasih Kepada Sesama Manusia


“kita bisa hidup tanpa agama,

tapi kita tidak bisa bertahan lama tanpa cinta”

(Dalai Lama)


Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1. Knowledge (pengenalan)
2. Responsibilty (tanggung jawab)
3. Care (perhatian)
4. Respect (saling menghormati)

Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan..

skPara pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan cinta terhadap sesama manusia dan yang terkait dengannya menkadi: 
1.                Cinta terhadap keluarga
2.                Cinta terhadap teman-teman, atau philia
3.                Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
4.                Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
5.                Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6.                Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
7.                Cinta akan sebuah konsep tertentu
8.                Cinta akan negaranya atau patriotisme
9.                Cinta akan bangsa atau nasionalisme
Cinta antar pribadi manusia menunjuk kepada cinta antara manusia mempunyai beberapa undur yang sering ada dalam cinta antar pribadi tersebut yaitu
Þ                  Afeksi: menghargai orang lain
Þ                  Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
Þ                  Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
Þ                  Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
Þ                  Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
Þ                  Keintiman emosional: berbagia emosi dan rasa
Þ                  Kinship: ikatan keluarga
Þ                  Passion: nafsu seksual
Þ                  Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
Þ                  Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi
Þ                  Service: keinginan untuk membantu

Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobby yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.

            Cinta kash atas sesama manusia didasri ats perasaan welas asih, atau balas kasihan.belas kasihan muncul karena di dalam lubuk jiwa manusia terdapat suatu dorongan ikut merasakan atas penderitaan orang lain.
            Cinta kasih yang dilandasi perasaan “welas asih” ini merupakan dasar dalam menciptakan rasa hormat menghormat, kebersamaan ,dan perdamaian.
            Cinta kasih yang dewasa bukan berarti mengabulkan segala permintaan orang lain, atau selalu membuat senang orang lain dengan puji-pujian, tetapi harus diletakkan dalam rangka memndidik oerang tersebut agar mampu mandiri,menyadari kedudukan nya, menyadari kekurangan nya, sehingga berbuat yang baik sesuai dengan kadar kemampuanya. Bagaimana mewujudkan cinta kasih tersebut di dalam masyarakat hendak nya dilakukan secara bijaksana dan dengan cara yang baik “bil hikmah wal maungidatil hasanah”
            Hubungan antara manusia dengan manusia lainnya harus senantiasa dilakukan dalam kesadaran moralnya (moral consiousness). Konsekuensi lagis dan kesadaran moral ini alah bahwa dengan kesadaran orang dapat :
  • Tergugah untuk berbuat baik,tolong menolong, dan cinta tanah air
  • Tergugah “rasa” kemanusiaan na ,”rasa” persaudaraan nya,”rasa” ingin berkorban bagi kepentingan orang lain ,”rasa” mau berbuat kebajkan
  • Membangkitkan “rasa” introspeksi ,retrospeksi, menganggap diri serba kekurangan penuh dosa dan sebagainya.

4.Cinta Kasih Terhadap Tuhan

Cinta Kasih Dalam Ajaran Agama

“Mencintai apa yang dicintai oleh kekasih
 adalah kesempurnaan cinta kepada sang kekasih”
(Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah)



Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan kepengikutan (ittibaâ) dan ketaatan. Sebagaimana firman-Nya, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu"(Qs.3:31-32).

Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW. diantaranya adalah, mencintai dan mengasihi sesama. Kecintaan ini, sebagaimana pernah dicontohkan beliau, tak pernah dibedakan antara Muslim dan non-Muslim. Bahkan, tidak dibenarkan jika kita tidak berbuat adil kepada suatu kaum misalnya, hanya karena benci kepada mereka (Qs.5:8).

Ajaran cinta Islami yang mesti disemaikan bukanlah sebatas sesama Muslim. Tetapi justru sesama manusia dan sesama makhluk. Rasulullah SAW. bersabda, "Hakikat seorang Muslim adalah, mencintai Allah dan Rasul-nya, sesamanya, serta tetangganya, melebihi atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri" (HR. Imam Bukhari).

Kecintaan yang terekspresikan akan menjadi amal saleh buat pelakunya. Maka dari itu, kecintaan maupun kebaikan, meskipun baru tersirat dalam hati dan belum terlaksana, tetap akan mendapat pahala di sisi Allah. Sebaliknya, kebencian yang tersimpan dalam lubuk hati di samping sebuah kewajaran, juga tidak dicatat sebagai keburukan, hingga niatnya itu betul-betul dilakukan (al-Hadits).

Mencintai Tuhan pada dasarnya adalah  mencintai manusia, mari menyitir kisah seorang sufi, Abu Ben Adhim. Suatu malam, Abu Ben Adhim terbangun dari mimpinya yang indah.
Dan ia lihat, di ruangan dalam cahaya terang rembulan, yang gemerlap ceria seperti bunga lili yang sedang merekah, seorang malaikat menulis pada kitab emas. Ketenteraman jiwa membuatnya berani berkata kepada sang Sosok di kamarnya, “Apa yang sedang kamu tulis?” Bayangan terang itu mengangkat kepalanya dan dengan pandangan yang lembut dan manis ia berkata, “Nama-nama mereka yang mencintai Tuhan.” “Adakah namaku di situ?” kata Abu. “Tidak. Tidak ada,” jawab malaikat. Abu berkata dengan suara lebih rendah, tapi tetap ceria, “Kalau begitu aku bermohon, tuliskan aku sebagai orang yang mencintai sesama manusia.” Malaikat menulis dan menghilang. Pada malam berikutnya ia datang lagi dengan cahaya yang menyilaukan dan memperlihatkan nama-nama yang diberkati cinta Tuhan. Aduhai! Nama Abu Ben Adhim diatas semua nama.
Abu Ben Adhim mungkin lahir di negara yang sekarang ini disebut Afganistan. Ia tidak begitu dikenal dibandingkan dengan teman senegaranya, Jalaluddin Balkhi (alias Rumi). Tetapi, keduanya menekankan pentingnya kecintaan kepada Tuhan sebagai hakikat keberagamaan.
Baik Abu Ben Adhim maupun Rumi percaya bahwa kita tidak bisa mencintai Tuhan tanpa mencintai sesama manusia. Mereka menegaskan kembali apa yang dikatakan Tuhan kepada hamba-Nya pada hari kebangkitan: pada hari kiamat, Tuhan memanggil hamba-hamba-Nya.
Ia berkata kepada salah seorang di antara mereka, “Aku lapar, tapi kamu tidak memberi makan kepada-Ku.” Ia berkata kepada yang lainnya, “Aku haus, tapi kamu tidak memberiku minum.” Ia berkata kepada hamba-Nya yang lainnya lagi, “Aku sakit, tapi kamu tidak menjenguk-Ku.” Ketika hamba-hamba-Nya mempertanyakan semuanya ini, Ia menjawab, “Sungguh si fulan lapar; jika kamu memberi makan kepadanya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan sakit; jika kamu mengunjunginya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan haus; jika kamu memberinya minum, kamu akan menemukan Aku bersamanya.” (Ibn Arabi sering mengutip hadis ini dalam Al-Futuhat al-Makkiyah).
Ketika seorang murid baru mengikuti tarekat, syaikh-nya akan mengajarinya untuk menjalankan tiga tahap latihan rohaniah selama tiga tahun. Ia baru diizinkan mengikuti Jalan Tasawuf, bila ia lulus melewatinya. Tahun pertama adalah latihan berkhidmat kepada sesama manusia. Tahun kedua beribadat kepada Tuhan, dan tahun ketiga mengawasi hatinya sendiri. Kita tidak bisa beribadat kepada Tuhan sebelum kita berkhidmat kepada sesama manusia. Menyembah Allah adalah berkhidmat kepada makhluk-Nya.

Daftar Referensi :
Ahmad, Ali, (1999), Manusia dan Cinta Kasih, Bandung : Eressco.

Urdwes, Areas, (2000), Cinta Kasih, Jakarta : Indigo.

Wali, Agus. (2008), Definisi Cinta Kasih dan Hakekat Cinta Kasih,
Surabaya : Rierafe.

Disadur Melalui Internet :
filsafat.kompasiana.com/2010/04/20/manusia-dan-cinta-kasih/ - Cached
yasikaaa.ngeblogs.com/2009/10/10/manusia-dan-cinta-kasih/ -
zahir130386.files.wordpress.com/2008/03/manusia.doc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan anda dan kritik anda sangat berarti demi kemajuan saya terimakasih atas saran-saran dari anda semua semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.... Amiin