Senin, 21 Maret 2016

SOSIOMETRI

  1. Pengertian Sosiometri
Metode sosiometri mula-mula dikembangkan oleh Moreno dan Jenning. Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa kelompok memiliki pola-pola struktur hubungan yang komplek. Hubungan-hubungan ini dapat diungkap dengan menerapkan pengukuran baik kuantitatif maupun kualitatif

Sosiometri adalah adalah metode pengumpulan data tentang pola dan struktur sosial individu-individu dalam suatu kelompok, dengan cara menelaah relasi sosial, status sosial. Dengan demikian sosiometri dapat mengungkap dinamika kelompok, popularitas individu dalam kelompok, serta untuk mengenali kesulitan hubungan sosial sosial individu dalam kelompok. Situasi sosial kelompok dapat berupa kelompok belajar, bermain, pertemanan, kerja kelompok, dst.
Sejalan menurut Bimo Walgito (2010) dengan kata lain sosiometri dapat dikatakan bahwa sosiometri sebenarnya menunjukkan sesuatu, yaitu tentang “ukuran berteman”. Jadi, dengan sosiometri ini dapat dilihat bagaimana hubungan sosial atau hubungan berteman seseorang. Baik tidaknya seseorang di dalam berteman atau bergaul dapat dilihat dengan menggunakan sosiometri ini. Dengan demikian, besar sekali peran sosiometri untuk mendapatkan data sekitar anak-anak, terutama di dalam hubungan atau kontak sosialnnya.
Kegunaan lebih lanjut dari teknik sosiometri ini adalah :
  1. Memperbaiki hubungan sosial individu dalam kelompok (human relationship)
  2. Menentukan keanggotaan kelompok kerja
  3. Meneliti kecendrungan potensi  kepemimpinan individu dalam kelompok
  4. Mengatur tempat duduk dalam kelas
  5. menentukan norma-norma pergaulan yang diinginkan dalam kelompok tertentu
  6. Mengenali kekompakan dalam perpecahan anggota kelompok.

Proses pembuatan sosiometri dilakukan dengan jalan meminta kepada setiap individu dalam kelompok untuk memilih anggota kelompok lainnya (tiga orang) yang disenangi atau tidak disenangi dalam bekerjasama, yang masing-masing nama yang dipilih disusun menurut nomor urut yang paling disenangi atau paling tidak disenangi. Atas dasar saling pilih antara anggota kelompok inilah dapat diketahui banyak tidaknya seorang individu dipilih oleh anggota kelompoknya, bentuk-bentuk hubungan dalam kelompok, kepopuleran dan keterasingan individu.

Beberapa hal yang perlu diingat dalam melancarkan sosiometri :
  1. Sebelum dilancarkan hendaknya petugas berusaha menciptakan hubungan baik dengan kelompok,
  2. Petunjuk diberikan dengan jelas,
  3. Penjelasan maksud pelancaran  sosiometri,
  4. Sosiometri hendaknya diselenggarakan dalam kondisi dimana siswa tidak saling mengetahui jawabannya,
  5. Menjaga kerahasiaan pilihan maupun hasil,
  6. Individu harus saling mengenal.

  1. Tujuan Sosiometri
Dengan mempelajari sosiometri sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan oleh guru BK kepada klien atau siswa yang di harapkan atau dimaksudkan siswa atau klien dapar memperoleh pemahaman tentang sosiometri.

  1. Norma Dalam Sosiometri
  1. Frekuensi hubungan, yaitu sering tidaknyaa individu bergaul. Makin sering individu bergaul maka pada umumnya individu itu makin baik daloam segi hubungan sosialnya.
  2. Intensitas hubungan, yaitu intim tidaknya individu bergaul. Makin mendalam seseorang bergaul di dalam hubungan sosialnya maka dapat dinyatakan bahwa hubungan sosialnya semakin baik.
  3. Popularitas hubungan, yaitu banyak sedikitnya teman bergaul digunakan sebagai kriteria untuk melihat baik buruknya hubungan soaial. Bila seseorang memiliki banyak teman di dalam pergaulannya maka pada umumnya dapat dinyatakan bahwa semakin baik pula hubungannya sosialnya.



Berikut adalah contoh dafta isian sosiometri yang saya gunakan :
  1. Pilihlah 2 (dua) orang teman yang anda senangi untuk diajak belajar bersama di kelas ini:
  1. ......................................................alasannya........................................................
  2. ......................................................alasannya........................................................

  1. pilihlah 2 (dua) orang teman yang tidak anda senangi untuk diajak belajar bersama di kelas ini:
  1. ............................................................alasannya..................................................
  2. ............................................................alasannya..................................................

Dari contoh tersebut, dapat dikemukakan bahwa ada 2 macam bentuk penentuan hubungan sosial, antara lain :
  1. Pemilihan sebagai arah yang positif
  2. penolakan sebagai arah yang negatif

Sumber:
Purwoko, Budi & Indah, Pratiwi Titin. 2007. Pemahaman Individu Melalui Teknik Non Tes. Surabaya: Unesa University Press.
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan dan Konseling (Studi & Karier). Yogyakarta: Penerbit Andi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan anda dan kritik anda sangat berarti demi kemajuan saya terimakasih atas saran-saran dari anda semua semoga bermanfaat bagi saya dan kita semua.... Amiin